Friday, May 4, 2012

Cinta ....

Hai ..
aku menyapamu dengan senyum di pagi ini
ketika geliatmu masih teramat letih
aku ingin membuka jendela
tapi kita tidak memiliki matahari di sana
jadilah kita membuka pintu
menuju taman yang teduh
di bawah bayangan awan yang bergerak pelahan
sambil membentuk gambar-gambar

Hai ...
aku menyukai senyum
terutama jika senyum itu bermakna cinta
sepasang bibir yang bergerak
dan gigi yang mengintip malu-malu

aku menyukai rasa senyum
terutama jika senyum itu terjadi di pagi hari
saat matamu mencari cintaku
ketika engkau terbangun
dan tidak menemukanku

Hai ...
temukan aku di balik debur
gerakan otot otot halus jantung
atau suara lirih aliran darah
yang semuanya meneriakkan namamu
sepanjang perjalanannya meliputi tubuh

hingga ke hatiku.

Jejak Dalam Puisi

Kepadamulah aku serahkan cinta
Ya hanya kepadamu
Lalu aku menoleh ke jejak perjalanan kita
Ya perjalanan cinta padamu

Aku memulai sajak cinta dengan kata kamu
Ya, kamulah yang telah memberikan warna di sepanjang jalan
Lalu aku membawamu ke langit biru
Ya, langit yang kita toreh  dengan harapan dan angan
Sepanjang cakrawalanya

Jejak yang telah terukir
Bukanlah jejakku, jejakmu
Ia jejak sejarah cinta
Cinta yang naik , Cinta yang turun
Cinta yang mencari makna

Senyummu tergambar di jejak
Waktupun berlalu
Matamu tergambar di jejak
Waktupun berlalu
Tanganmu terayun di jejak
Waktupun berlalu

Ya, lalu kita berjalan beriringan menuju ujung dunia
Berpegangan tangan merangkapkan cinta
Ya, cinta yang terjatuh di persimpangan jiwa
Lalu engkau memilih bersamaku
Menikmati umur yang menua
Sedangkan aku memilih bersamamu
Menjagamu ketika engkau ingin dijaga

Sembari berjalan, aku menoleh ke belakang.
Ke arah sejarah kita tentang cinta
Dan aku bahagia
Kita telah menuliskan jejak bersama.


Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise